11 May 2010

Pengenalan Instalasi Listrik Rumah Tinggal

Jika kita ingin menyalakan sebuah lampu maka kita hanya cukup menekan sakelar yang terpasang pada dinding. Jika kita ingin menggunakan televisi, kipas angin, mesin cuci, komputer, dan barang elektronik
lainnya maka kita hanya menyolokan kabel pada peralatan tersebut ke stop kontak yang terpasang pada dinding. Apakah kita tahu bagaiman proses tersebut terjadi? Nah, pada posting berikut ini akan saya bahas mengenai ” Pengenalan Instalasi Listrik Rumah Tinggal”.

Sebuah rumah tinggal pasti memerlukan listrik untuk keperluan sehari-hari, baik berupa penerangan, penggunaan barang elektronik maupun lain-lain. Untuk mendapatkan listrik maka diperlukan suatu instalasi listrik yang telah direncanakan dan disusun sedemikan rupa agar sesuai dengan keadaan rumah.

Berikut cara yang harus dilakukan dalam pemasangan instalasi listrik rumah tinggal :
1. Perencanaan Tata Letak
Perencanaan yang harus dibuat adalah menentukan tata letak peralatan seperti letak lampu, sakelar, stop kontak. Tata letak kompenen tersebut dapat digambarkan dalam bentuk :
- Diagram satu garis
- Diagram pengawatan
- Diagram Pemipaan

2. Perhitungan biaya
Merincikan jumlah bahan dan alat yang dibutuhkan dan menghitung biaya keseluruhan dalam pemasangan instalasi listrik rumah tinggal.

3. Pemasangan instalasi listrik
Setelah membuat perencanaan tata letak dan semua bahan dan alat telah siap maka pemasangan dapat dilakukan sesuai dengan perencanaan.

05 May 2010

Stop Blogging Sementara, Pulang Kampung!

hmmmm... maksud nya??? hehehe... gak stop blogging beneran kok tpi hanya sementara, mungkin hanya 5 hari... hehe.. why? why? why? ini karna aq mau pulang kampung dulu,, heheh maklum sdh hampir 2 bulan gak pulang ke rumah... aq kan anak rantauan di negeri orang.. hahah

aq yg saat ini sedang merantau ke kota bandar lampung dan hampir 7 bulan menetap d sini... padahal lahir dan besar di kota palembang.. hmmmm... nama ny juga perjuangan hidup ya gak gan :D..

kok bisa stop blogging sementara?? kan dari kampung halaman bisa blogging juga.. hehe gini saudara2 semua, aq kan awal blogging nya d bandar lampung cz ada jaringan internet yg cepat tpi gratis,, hahahah klo di rumah (palembang) berarti kan harus ada modem atau jaringan internet,.. nah sampe sekarang modem impian ku belum terwujud sedangkan jaringan internet blom ada.. hhihhii

sebenrnya dr awal blogging sampe skarang aq merasakan asyiknya blogging.. hampir tiap hari aq blogging baik lewat komputer maupun sekedar melihat kunjungan teman-teman via handphone... hmmm mungkn lg ketagihan blogging nih,, hahha

mungkn bentar lg kan blogwalking besar-besar an, cz terakhir blogging ntar malam.... jd manfaatkan waktu blogging dg internet cepat tp gratis dg foya-foya... hahah

dapet banyak temen, dapet banyak informasi, dan dapet banyak hal yg positif.. itulah yg saya dapatkan selama blogging sampe saat ini... hmmm..

ya udah deh... sampe ktemu lg ya teman-teman... semoga semangat blogging kita semua tetap ada... GOOD LUCK!!!!!

03 May 2010

Termasuk Keajaiban Allah kah Ini!

Berikut gambar-gambar yang saya dapat dari beberapa video dan website.











Bagaimana menurut teman-teman mengenai beberapa gambar di atas???
hmmmmm.. Subhanallah jika ini benar2 ada.... :)

02 May 2010

Sistem Catu Daya pada Gardu Induk

Untuk memenuhi kebutuhan sendiri sebuah GI umumnya membutuhkan sumber tenaga listrik tersendiri. Sumber AC yang berasal dari trafo pemakaian sendiri (PS) yang kapasitasnys relative kecil, tergantung dari besar kecilnya kapasitas GI tersebut (200 kVA, 315 kVA).
Sumber tenaga listrik sangat penting sekali demi kelangsungan operasi gardu induk. Dari tingkat kepentingan (urgency) GI yang berbeda-beda terhadap keandalan sistem menyebabkan terdapat sebuah GI yang mempunyai lebih dari satu sistem catu daya.

a. Catu daya AC
Pasokan catu daya untuk kebutuhan pemakaian sendiri diperoleh dari Trafo Pemakaian Sendiri (PS), dimana sisi primer 20 kV dipasok dari Trafo daya melalui busbar 20 kV. Tegangan sisi sekunder 380 V dari PS-1 masuk ke rel panel pembagi AC sebagai pasokan Utama,
Tegangan dapat diatur melalui tap pada trafo PS, dengan catatan apabila dikehendaki perubahan tap, harus dilakukan dalam kondisi padam (Offload tap changer).

b. Catu daya DC
Sumber tegangan AC 380 Volt diubah oleh rectifier menjadi tegangan DC dan diparalel dengan batere menghasilkan tegangan 110 Vdc dan atau 48 Vdc. Sumber DC digunakan untuk:
• Sumber tenaga untuk alat control, sinyal
• Sumber tenaga untuk motor PMT, PMS, tap changer
• Sumber tenaga untuk differensial/proteksi
• Sumber tenaga untuk penerangan darurat
• Sumber tenaga untuk telekomunikasi

Batere dapat diklasifikasikan menurut:
a. Menurut bahan elektrolitnya
1. Batere timah hitam (lead acid strorage battery), elektrolit larutannya asam belerang (H2SO4).
• Lead – antimony
• Lead - calcium

2. Batere alkali (Alkaline storage battery) elektrolitnya larutan alkali

b. Menurut kapasitas batere
Kapasitas batere adalah besarnya arus listrik batere (ampere) yang dapat disuplai/dialirkan ke suatu rangkaian luar atau beban dalam waktu tertentu (jam) untuk memberikan tegangan tertentu. Kapasitas batere (Ah) dinyatakan sebagai berikut:
C = I . t
Dimana : C = Kapasitas batere (Ah)
I = Besarnya arus yang mengalir
t = waktu (jam)

1. Kapasitas rendah/sedang sampai dengan 235 Ah, lama pengosongan 8 jam pada suhu 25oC.

2. Kapasitas tinggi dari 235 s.d. 450 Ah, lama pengosongan 8 jam pada suhu 25oC.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam operasi batere adalah sebagai berikut:
a. Ruang batere
• Harus bersih, ventilasi cukup agar terdapat sirkulasi;
• Tidak boleh membawa api atau merokok didalam ruangan batere;
• Batere alkali dan batere timah hitam tidak boleh ditempatkan pada suatu ruangan;
• Batere harus terisolasi terhadap rak dan terhadap lantai, bahan isolasi terbuat dari bahan yang tahan lembab.

b. Air batere ditempatkan pada bejana yang terbuat dari bejana kaca atau plastic.

c. Elektrolit
• Pada setiap sel batere (tutup selnya) harus tertutup rapat dengan tetap menjaga lubang penguapan;
• Jangan menggunakan hydrometer yang dipakai untuk pengukuran BJ elektrolit asam kemudian untuk alkali atau sebaliknya;
• Jangan mengoperasikan batere yang elektrolitnya dibawah minimum;
• Jangan terjadi tetesan/tumpahan elektrolit pada cover sel batere;
• Kabel yang dipergunakan harus tahan terhadap lembab dan tahan terhadap pengaruh kerusakan akibat elektrolit.

d. Peralatan untuk keselamatan kerja
• Gunakan sarung tangan, pelindung mata pada saat melakukan pekerjaan batere terutama waktu berhubungan dengan elektrolit;
• Hindari memakai alat perhiasan yang terbuat dari logam (emas, jam tangan dan lain-lain);
• Jangan memukul dan meletakkan barang berat diatas batere yang dapat menyebabkan hubung singkat.